RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
IPA TERPADU SMP KELAS VII
(Mata Kuliah
Pembelajaran Sains)
Oleh :
Lusi
Wulandari 1113022030
Pendidikan
Fisika B

PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan
Pendidikan :
Sekolah Menengah Pertama
Mata
Pelajaran :
IPA
Kelas/Semester : VII/Semester I
Materi Pokok : Kalor dan
Perpindahannya
Sub
Materi :
Perpindahan Kalor
(Konduksi
dan Konveksi)
Alokasi Waktu : 1x 40 Menit (1 kali tatap muka)
A. KOMPETENSI
INTI
1.1 Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
1.2 Menghargai dan
menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
1.3 Memahami pengetahuan
(faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampakmata.
1.4 Mencoba, mengolah, dan
menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,
dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori.
B. INDIKATOR
1.
Menyelidiki pengaruh jenis bahan terhadap kemampuan menghantarkan kalor
pada peristiwa konduksi.
2.
Membedakan konduksi dan konveksi.
3.
Menjelaskan contoh konduksi dalam kehidupan sehari-hari.
4.
Menjelaskan contoh konveksi dalam kehidupan sehari-hari.
C. TUJUAN
PEMBELAJARAN
Setelah melakukan pembelajaran ini diharapkan peserta
didik dapat:
1.
Menyelidiki pengaruh jenis bahan terhadap kemampuan menghantarkan kalor
pada peristiwa konduksi.
2.
Membedakan konduksi dan konveksi.
3.
Menjelaskan contoh konduksi dalam kehidupan sehari-hari.
4.
Menjelaskan contoh konveksi dalam kehidupan sehari-hari.
D. MATERI
PEMBELAJARAN
Kalor
merupakan salah satu bentuk energi dan dapat berpindah apabila terdapat
perbedaan suhu. Secara alami kalor berpindah dari zat yang suhunya tinggi ke
zat yang suhunya rendah. Secara umum perpindahan kalor ada 3, yaitu konduksi
(hantaran), konveksi (aliran), dan radiasi (pancaran).
1.
Konduksi
Kalor dapat berpindah melalui benda, tetapi
partikel-partikel benda itu tidak mengalami perpindahan tempat. Perpindahan
kalor seperti ini disebut konduksi atau hantaran. Konduksi merupakan proses
perpindahan kalor tanpa disertai dengan perpindahan partikelnya. Proses
konduksi ini secara umum terjadi pada logam atau yang bersifat konduktor
(menghantarkan panas). Benda yang baik menghantarkan kalor disebut konduktor.
Misalnya: besi, tembaga, aluminium, dan perak. Benda yang tidak baik
menghantarkan kalor disebut isolator. Misalnya: kayu, kaca, dan plastik.
Dalam konduksi yang berpindah hanyalah energi saja yaitu berupa panas. Saat
kita mengaduk teh panas dengan sendok, maka lama kelamaan tangan kita terasa
panas dari ujung sendok yang kita pegang. Atau saat kita membuat kue
menggunakan wadah berupa aluminium yang disimpan di oven juga termasuk proses konduksi yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari.
2.
Konveksi
Konveksi adalah proses perpindahan kalor dengan disertainya perpindahan
partikel. Konveksi ini terjadi umumnya pada zat fluida (zat yang mengalir) seperti air dan udara. Konveksi
dapat terjadi secara alami ataupun dipaksa. Konveksi alamiah misalnya saat memasak air terjadi
gelembung udara hingga mendidih dan menguap. Sedangkan konveksi terpaksa contohnya
hair dryer yang memaksa udara panas keluar yang diproses
melalui alat tersebut.
Air merupakan zat cair yang
terdiri dari partikel-partikel penyusun air. Saat memasak air dalam panci, api
memberikan energi kepada panci dalam hal ini termasuk proses konduksi. Kemudian panas yang diperoleh panci
kemudian dialirkan pada air. partikel air paling bawah yang pertama kali
terkena panas kemudian lama kelamaan akan memiliki massa jenis yang lebih
kecil karena sebagian berubah menjadi uap air. Sehingga saat massa jenisnya lebih kecil partikel
tersebut akan berpindah posisi naik ke permukaan. Air yang masih diatas
permukaan kemudian turun ke bawah menggantikan posisi partikel yang tadi.
begitulah seterusnya hingga mendidih dan menguap.
Selain perpindahan kalor secara konveksi terjadi
pada zat cair, ternyata konveksi juga dapat terjadi pada gas/udara. Peristiwa
konveksi kalor melalui penghantar gas sama dengan konveksi kalor melalui
penghantar air. Kegiatan tersebut juga dapat digunakan untuk menjelaskan prinsip
terjadinya angin darat dan angin laut.
Angin Darat
Angin darat terjadi pada malam hari dan berhembus
dari darat ke laut. Hal ini terjadi karena pada malam hari udara di atas laut
lebih panas dari udara di atas darat, sehingga udara di atas laut naik diganti
udara di atas darat. Maka terjadilah aliran udara dari darat ke laut. Angin
darat dimanfaatkan oleh para nelayan menuju ke laut untuk menangkap ikan.
Angin Laut
Angin laut terjadi pada siang hari dan berhembus
dari laut ke darat. Hal ini terjadi karena pada siang hari udara di atas darat
lebih panas dari udara di atas laut, sehingga udara di atas darat naik diganti
udara di atas laut. Maka terjadilah aliran udara dari laut ke darat. Angin laut
dimanfaatkan oleh nelayan untuk kembali ke darat atau pantai setelah menangkap
ikan. Pemanfaatan konveksi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: pada
sistem pendinginan mobil (radiator), pembuatan cerobong asap, dan lemari es.
E. PENDEKATAN/
STRATEGI/ METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific
Model : Discovery Learning
Metode : Diskusi dan Eksperimen
F. MEDIA/ALAT DAN BAHAN/SUMBER
BELAJAR
1.
Media
·
Laptop
·
LCD
2.
Alat dan Bahan
·
Wadah fluida
·
Sendok (aluminium, plastik, dan kayu)
·
Air panas
·
Mentega
·
Paku payung
·
Es berwarna
·
Platisin
·
Lilin
3.
Sumber Belajar
·
Buku IPA SMP kelas VII, Puskurbuk 2013
·
LKK
·
Sumber lainya yang relevan (misalnya internet).
G. LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan
|
Langkah
Discovery Learning
|
Deskripsi Kegiatan
|
Alokasi
waktu
(menit)
|
Pendahuluan
|
Pembukaan
|
1.
Guru
mengucapkan salam kemudian menanyakan kabar
peserta didik dan memeriksa daftar hadir peserta didik.
2.
Guru membagi
peserta didik dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-7 orang setiap
kelompok.
|
2 menit
|
Mengamati
|
Guru
memberikan
pertanyaan apresepsi
kepada siswa mengenai
perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi yang sering mereka jumpai
dalam kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa.
1.
Mengapa pada saat kita mengaduk teh lama kelamaan
sendok menjadi panas?
2.
Pada saat merebus air, apa yang menyebabkan air
tersebut mendidih?
Relevan dengan jawaban siswa
guru menayangkan beberapa contoh perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi. Siswa diminta melakukan pengamatan yang cermat terhadap contoh
perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi yang ditampilkan di slide.
|
3 menit
|
|
Menanya
|
Siswa dimotivasi untuk mengajukan pertanyaan berdasarkan hasil pengamatannya.
Pertanyaan siswa diinventarisasi.
1)
Ada berapa macam perpindahan kalor yang kalian ketahui?
Sebutkan !
2)
Bagaimana
perpindahan kalor pada beberapa benda dengan bahan yang berbeda? Mengapa!
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang harus dicapai pada pembelajaran hari ini dengan menyampaikan bahwa pada hari ini kita akan mendiskusikan dan melakukan percobaan mengenai
perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi dengan alat dan bahan yang telah disiapkan
oleh guru.
|
5 menit
|
|
Inti
|
Mengeksplorasi
|
Guru membagikan LKK (Lampiran 1) kepada peserta didik.
Peserta didik dibimbing untuk melakukan
percobaan
dengan berpanduan pada LKK untuk melakukan penyelidikan mengenai
perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi serta mengetahui pengaruh jenis
bahan terhadap perpindahan kalor pada peristiwa konduksi dan mengetahui
contoh konduksi serta konveksi pada kehidupan sehari-hari dengan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh
guru dengan penuh tanggung jawab dan
bekerjasama dengan teman sekelompoknya.
Berdasarkan percobaan, peserta didik berdiskusi dengan
teman sekelompoknya mengenai hasil percobaan kemudian peserta didik mengisi
Lembar Kerja Kelompok yang telah dibagikan guru.
|
25 menit
|
Mengkomunikasikan
|
Guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk
mempresentasikan hasil percobaannya. Kelompok yang lain menjadi pendengar
yang baik serta diminta untuk menanggapi, memberi masukan atau yang lainnya.
|
||
Mengasosiasi
|
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan guru
membimbing siswa untuk membuat kesimpulan bersama dengan kelompoknya.
|
||
Penutup
|
|
Guru menunjuk secara acak peserta didik untuk
menyampaikan kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran hari ini.
Guru bersama-sama peserta didik menyimpulkan
pembelajaran.
Guru mengakhiri pembelajaran dengan menutup salam dan
melakukan refleksi terhadap pembelajaran hari ini serta memberikan tugas
untuk menyelidiki perpindahan kalor secara radiasi.
|
5 menit
|
H. PENILAIAN
PEMBELAJARAN
1.
Metode
dan bentuk instrumen
Metode
|
Bentuk Instrumen
|
Sikap
|
Lembar
Pengamatan Sikap dan Rubrik
|
Tes
Unjuk Kerja
|
Tes
penilaian kinerja dalam pengamatan
|
Tes
Tertulis
|
Tes
pilihan jamak dan tes uraian
|
2.
Instrumen
a)
Lembar
Pengamatan Sikap
Pengamatan
perilaku ilmiah
No.
|
Aspek yang dinilai
|
3
|
2
|
1
|
Keterangan
|
1.
|
Rasa
ingin tahu
|
|
|
|
|
2.
|
Ketelitian
dalam melakukan pengamatan
|
|
|
|
|
3.
|
Ketekunan
dan tanggungjawab dalam belajar dan bekerja, baik secara individu maupun
berkelompok
|
|
|
|
|
4.
|
Keterampilan
berkomunikasi pada saat belajar
|
|
|
|
|
Rubrik
penilaian perilaku
No.
|
Aspek yang dinilai
|
Rubrik
|
1.
|
Menunjukkan
rasa ingin tahu terhadap materi belajar dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari
|
3: menunjukkan rasa ingin tahu yang
besar, antusias, aktif dalam dalam kegiatan kelompok.
2: menunjukkan rasa ingin tahu,
namun tidak terlalu antusias, dan baru terlibat aktif dalam kegiatan kelompok
ketika disuruh.
1: tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan,
sulit terlibat aktif dalam kegiatan kelompok walaupun telah didorong untuk
terlibat.
|
2.
|
Ketelitian
dalam melakukan pengamatan terhadap suatu benda atau kejadian
|
3: menganalisis objek pengamatandengan hati-hati dan teliti.
2: menganalisis objek pengamatan dengan hati-hati dan teliti.
1:
menganalisis objek
pengamatan dengan
hati-hati dan teliti.
|
3.
|
Ketekunan
dan tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun
berkelompok
|
3: tekun dalam menyelesaikan tugas
dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.
2: berupaya tepat waktu dalam
menyelesaikan tugas, namun belum menunjukkan upaya terbaiknya
1: tidak berupaya sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak selesai
|
4.
|
Keterampilan
berkomunikasi pada saat belajar
|
3: aktif dalam tanya jawab, dapat
mengemukaan gagasan atau ide, menghargai pendapat siswa lain
2:
aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan gagasan atau ide,
menghargai pendapat siswa lain
1: aktif
dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan gagasan atau ide,kurang menghargai
pendapat siswa lain
|
3.
Lembar
Pengamatan Keterampilan Praktikum
Penilaian
keterampilan pengamatan
No.
|
Keterampilan yang
dinilai
|
Skor
|
||
1
|
2
|
3
|
||
1.
|
Merumuskan pertanyaan/masalah
|
|
|
|
2.
|
Melakukan pengamatan dan menganalisis
data
|
|
|
|
3.
|
Mengomunikasikan
|
|
|
|
Rubrik: Penilaian
keterampilan pengamatan
Aspek yang dinilai
|
Penilaian
|
||
1
|
2
|
3
|
|
Merumuskan
pertanyaan/masalah
|
|
|
|
Melakukan pengamatan
dan menganalisis
data
|
|
|
|
Mengkomunikasikan
|
|
|
|